Posts filed under 'Sad'

Berserah Diri…
March 10, 2010 | 8:21 am | By Pink

Tuhan…
Hari ini aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepadaMu. Semua yang akan terjadi hari ini ku pasrahkan kepadaMu. Aku akan menerimanya dengan setulus hatiku dan apapun yang akan terjadi aku akan berusaha untuk tetap tegar. Mungkin itulah jalan dariMu, mungkin itulah yang terbaik untukku.

Semuanya sudah aku lakukan. Segalanya sudah aku usahakan. Sekarang semuanya kuserahkan sepenuhnya kepadaMu. Aku hanya bisa berencana dan berusaha, tapi Kaulah yang pada akhirnya menentukan. Aku harus bisa menjalaninya dengan hati yang lapang.

Tuhan…
Jika itu memang harus terjadi, aku nggak apa-apa. Aku tau di depan sana, masih ada kebahagiaan yang menantiku. Aku nggak mau terpuruk terus dan aku nggak mau dikalahkan oleh keadaan. Tapi jika Tuhan mau merubah semuanya, aku akan sangat berterimakasih sekali. Aku bener-bener nggak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang kecuali berpasrah diri. Semuanya ada di tanganMu, Tuhan… Aku hanya hambaMu yang mengikuti alur takdir dan karma, aku nggak bisa berbuat apa-apa.

Sampai kapanpun juga aku nggak akan pernah berhenti berdoa dan meminta kepadaMu. Aku sadar semua yang ada di dunia ini adalah sepenuhnya milikMu. Jika Kau berkehendak, tentu aku bisa memiliki apa yang aku mau. Tapi kalo aku nggak bisa memilikinya, mungkin ada yang lain lagi yang bisa aku miliki dan bisa membuatku bahagia.

Aku yakin Tuhan sayang sama aku dan Tuhan nggak mau aku menderita terus-terusan. Jika sekarang Tuhan mencuri hal yang paling berharga dalam hidupku, aku tau suatu saat nanti Tuhan akan ngasi aku yang jauh lebih baik dari itu. Aku harus bisa ikhlas dan merelakan apapun yang terjadi karena aku nggak berhak atas apapun di dunia ini. Semuanya adalah milikMu…

Tuhan… Ini adalah hari yang sangat bersejarah dalam hidupku. Hari yang menentukan gimana nasibku kedepannya. Aku pengen semuanya lancar, agar setelah itu aku bisa menentukan kemana aku harus melangkah. Aku nggak pengen langkahku terhenti sampai di sini, hidupku harus terus berjalan walau apapun yang terjadi. Dan di sinilah ketegaran dan kesabaranku diuji lagi. Ujian yang begitu berat dan harus bisa ku lalui…

Semoga Tuhan berkenan memberikan aku kemudahan untuk menjalani semuanya. Aku ingin merasakan kebahagiaan, aku ingin dihargai…

Tuhan… Berikan aku kesempatan untuk bisa memperjuangkan anak yang ada di dalam kandunganku sekarang. Dia benar-benar nggak bersalah, tapi dia harus menjadi korban dari kelakuan orangtuanya. Aku nggak pengen dia menderita, aku ingin dia bisa hidup tenang dan normal setelah dia lahir. Tolong berikan berkahmu kepada anakku yang tak berdosa ini. Berikan dia ketegaran dan kekuatan lahir bathin agar suatu saat nanti dia bisa menjadi manusia yang hebat dan bisa melindungi aku.

Anakku adalah kekuatanku… Anakku adalah satu-satunya alasan kenapa aku masih bertahan hari ini. Dia adalah satu-satunya alsan kenapa sampai saat ini aku masih berada di sini dan rela tersakiti. Setelah hari ini, aku akan membawanya pergi jauh untuk mencari kebahagiaan. Atau paling tidak, aku yang akan pergi untuknya lalu suatu saat nanti akan pulang membawa kebahagiaan untuknya. Aku ingin dia menjadi anak yang membanggakan.

Tuhan…
Juga tolong lindungi orangtua dan keluargaku dari segala macam kejahatan. Aku nggak akan bisa memaafkan diriku kalo sesuatu terjadi pada mereka. Gimanapun juga mereka nggak bersalah. Aku yang salah. Jangan sampai terjadi apa-apa pada mereka. Aku memohon kepadaMu, hanya Kau yang bisa melakukan semuanya.

Tuhan… Tolong kabulkan doaku… Sekali lagi, aku berserah diri kepadaMu. Apapun yang terjadi mungkin itu yang terbaik untukku dan untuk semuanya.

Category: Confused, Dear diary, Family, Sad, Wishes

1 comment 528 words on this post

…
March 10, 2010 | 12:15 am | By Pink

Di saat-saat seperti ini, aku merasa semuanya nggak ada yang bisa bikin aku tersenyum. Aku bener-bener kalut. Sekarang aku tinggal menunggu detik-detik terakhir. Tapi aku udah bikin keputusan dan aku harus bisa menjalani keputusan ini. Emang berat banget rasanya, tapi aku nggak pengen terus-terusan menderita. Aku harus bisa menentukan jalan hidupku, dan aku nggak boleh bergantung pada orang lain (walaupun sebenernya aku masih sangat membutuhkan peran ’seseorang’ dalam hidupku).

Tuhan…
Segalanya sudah aku lakukan. Aku sudah sangat berusaha dan aku juga sudah mencoba untuk terus bersabar dan tetap tegar menghadapi semua ini. Tapi kehilangan atau meninggalkan orang yang sangat aku sayangi itu sangat sulit sekali. Aku tau aku ini mungkin nggak ada apa-apanya, tapi aku juga punya hati dan perasaan. Aku pengen merasakan kasih sayang dari orang yang aku sayangi. Tapi kenapa semuanya harus seperti ini? Yang aku dapat malah kebalikannya.

Tuhan kan tau harapan terbesarku. Tapi kalo semuanya jadi seperti ini, aku nggak mungkin lagi bisa mempertahankannya. Buat apa mempertahankan penderitaan kalo di depan sana masih ada kebahagiaan menunggu? Sekaranglah saatnya aku harus mikirin kebahagiaanku sendiri. Selama ini aku sama sekali nggak pernah mikirin kebahagiaanku, aku cuma mikirin gimana caranya biar dia bisa bahagia walaupun aku harus sakit hati. Tapi sekarang itu nggak akan berlaku lagi. Bukannya aku nggak tulus, tapi aku ngerasa itu semua nggak ada gunanya, toh juga dia nggak pernah mandang sisi baikku. Dia selalu memandang sisi burukku dan selalu menganggap aku salah. Dia menutup matanya untuk segala kebaikan yang aku lakukan demi dia.
Jadi, walaupun sulit, aku harus rela melepaskan dia untuk kebahagiaanku. Aku tau bersamanya saja sudah membuat aku bahagia, tapi kalo kebersamaan itu isinya cuma siksaan dan sakit hati, sama aja menderita namanya.

Aku harus bisa bangkit dari keterpurukanku. Aku nggak mau begini terus. Rasa sayangku ke dia harus aku lupakan, demi masa depanku dan anakku. Inilah saat-saat tersulit dalam hidupku. Saat di mana aku harus memilih antara bertahan atau pergi. Saat di mana cinta harus aku korbankan demi tetap berjalannya hidupku. Dunia ini sebenernya indah banget, cuman saat ini mata dan hatiku masih ditutupi oleh kegelapan sehingga aku nggak bisa melihat dan merasakan keindahan itu. Aku harus menyingkirkan kegelapan itu agar aku bisa lagi merasakan yang namanya indahnya dunia, bisa lagi melihat warna-warni dunia. Perlu waktu untuk mengembalikan semuanya menjadi normal. Tapi aku harus bisa.

Aku tau, Tuhan pasti sayang sama aku. Ini semua terjadi karena Tuhan nggak rela aku tinggal bersama keluarga ’seperti itu’. Tuhan nggak pengen aku menderita terus, makanya semua ini terjadi. Memang berat pada awalnya, tapi aku yakin semuanya akan berakhir bahagia. Lagian apa lagi yang aku harapkan dari dia, dari keluarga yang sama sekali nggak punya perasaan? Kebahagiaan? Mana mungkin aku bisa dapetin kebahagiaan kalo ternyata setiap saat aku harus terus disakitin?

Aku bukanlah orang yang pendendam. Aku selalu mengalah walaupun diperlakukan seperti ini. Aku sama sekali nggak pernah ngelawan walaupun sebenernya aku merasa nggak pernah mendapat keadilan. Aku juga nggak pernah berniat ngejelek-jelekin dia atau keluarganya ke publik. Tapi cukup sampe di sini aja aku jadi orang yang terlalu baik dan polos. Toh juga mereka nggak peduli sama apa yang udah aku lakukan, dan mereka tetep nganggap aku salah dan buruk walaupun aku udah berusaha menutupi siapa mereka sebenernya. Apakah percuma aku baik? Sebenernya nggak sih… Aku yakin segala kebaikan pasti dibalas dengan kebaikan. Tapi aku ngebaikin orang yang salah. Kali ini aku nggak boleh bego lagi. Aku nggak mau lagi jatuh ke lubang yang sama.

Selamat tinggal kebodohan dan keluguan. Aku akan bertransformasi menjadi seseorang yang nggak akan pernah lagi bisa dipermainkan atau dibodohin sama yang namanya CINTA atau rasa kasihan.Masih banyak yang bisa aku lakukan tanpa dia. Masih banyak yang bisa aku capai demi diriku sendiri dan demi orang-orang yang peduli sama aku, bukan dia. Masih banyak kebahagiaan menunggu di depan sana dan aku akan menyambut kebahagiaan itu tanpa dia. Aku yakin aku pasti bisa!!

Biarkan cinta ini terhapus oleh waktu…
Biarkan semuanya sirna oleh keadaan…
Aku nggak akan berharap cinta itu terbalas karena aku sudah bosan menunggu. Aku sudah jenuh dan lelah sama semua ini. Nggak akan kubiarkan hidupku sia-sia hanya karena orang yang sama sekali nggak pernah mengerti perasaanku dan nggak pernah menghargai perjuanganku. Aku sayang dia, tapi apa yang bisa aku lakukan? Nggak ada, selain melupakan dan pergi jauh mencari kebahagiaan yang lain.
Biarlah dunia menertawakan aku dan menganggap aku pecundang. Tapi aku sama sekali nggak malu, dan aku bahkan merasa lebih baik dikatakan pecundang daripada nggak bisa mepertahankan harga diriku. Semua orang suka uang, dan semua orang butuh cinta. Uang bisa dicari, dan cinta juga bisa datang kapan saja. Tapi harga diri, nggak akan pernah bisa dibayar oleh uang, nggak juga bisa dibayar oleh cinta atau apapun.

Category: Angry, Broken, Confused, Dear diary, Happy, Love, Sad, Wishes

Add comment 766 words on this post

Hari terakhirku
March 9, 2010 | 7:31 pm | By Pink

Apa yang harus aku lakukan setelah besok? Aku harus gimana?
Ini urgent banget… Masalah bukannya semakin surut tapi malah semakin menjadi-jadi. Mungkin ini akan menjadi puncaknya dan aku harus siap dan cepat mengambil keputusan yang tepat karena keputusan inilah yang akan menentukan gimana aku kedepannya. Makanya aku nggak boleh gegabah. Tapi mau gimana lagi, aku udah nggak punya waktu lagi untuk mikirin semua ini.

Setelah ini mungkin aku akan menghilang, pergi ke tempat yang bisa ngasi aku ketenangan. Aku udah capek sama masalah. Aku udah berusaha menghadapinya semampuku tapi aku juga punya batas kesabaran. Aku nggak mau mati sekarang, kalo terus-terusan begini aku bisa sakit. Sebenernya aku mungkin lebih baik mati ya, daripada menderita terus. Tapi untuk saat ini aku masih pengen memperjuangkan anakku. Untung masih ada my baby, kalo nggak gitu mungkin bawaanku pengen mati mulu kali… Cuma dia semangat hidupku saat ini. Aku nggak tau apa lagi yang harus aku lakukan di dunia ini kalo nggak ada dia. Aku merasa semua yang aku lakukan sia-sia.

Aku juga nggak boleh nyalahin orang lain dalam hal ini. Ini semua terjadi karena kehendak Tuhan dan karena karmaku di masa lalu. Aku harus bisa menerima apa adanya karena mungkin semua ini memang harus dijalani. Aku harus tetap berdiri paling tidak demi masa depan anakku. Aku pengen terus maju, tapi untuk sekarang aku bener-bener nggak bisa berbuat apa-apa. Kemana coba aku harus pergi? Aku nggak punya tempat. Walaupun banyak yang ngebacking aku tapi rasanya aku nggak mungkin ngerepotin mereka dengan masalahku.

Tuhan…
Ini hari terakhirku. Tolong berikan aku jalan dan berikan aku petunjuk agar aku bisa melewati semua cobaan ini. Walaupun aku selalu mengeluh, tapi aku udah berusaha keras untuk tetap kuat. Semua ini begitu berat bagiku. Sangat berat… Aku nggak bisa terus-terusan begini Tuhan… Aku terlalu lemah untuk menerima cobaan seberat ini. Aku pengen menyudahi semuanya tapi aku nggak tau apa yang harus aku lakukan. Aku nggak pengen menderita lagi.

Category: Broken, Confused, Dear diary, Sad, Wishes

1 comment 315 words on this post

Sabar teruuuusss…
March 9, 2010 | 8:35 am | By Pink

Semua orang bisa aja dengan mudah nyuru aku bersabar. Aku tau maksud mereka baik, tapi mereka nggak ngerasain gimana susahnya aku. Mereka nggak tau gimana selama ini aku bahkan udah terlalu bersabar menghadapi semua ini. Sampe-sampe aku merasa bosen harus sabar terus tapi hasilnya cuma begitu-begitu aja. Aku bener-bener capek dengan semua ini.

Aku tau nggak ada seorangpun yang bisa bantu aku. Aku tau nggak ada yang bisa ngeluarin aku dari masalah ini kecuali waktu. Sekeras apapun aku berusaha, tapi kalo Tuhan udah menghendaki seperti ini, ya tetep aja susah. Yang penting aku udah berusaha semampuku untuk menghadapinya.

Aku sampe sempet putus asa banget. Setiap orang yang aku mintain bantuan atau nasehat pasti cuma bisa nyuruh aku bersabar. Itu tandanya mereka sendiri udah nggak bisa mikir gimana sulitnya posisiku saat ini. Dan itu tandanya emang nggak ada yang bisa bantu aku untuk keluar dari masalah ini.

Sabar? Kenapa aku disuruh bersabar terus? Bukannya selama ini aku udah terus bersabar? Bukannya aku nggak tulus, tapi aku tu cuma manusia biasa yang punya batas kesabaran. Aku lelah banget… Seperti yang aku bilang kemaren, aku itu bukan dewa yang selalu kuat dan bisa menghadapi setiap masalah dengan gagah dan lalu melewatinya dengan gampang. Aku cuma manusia biasa yang lemah, yang mencoba dan berusaha untuk tetap tegar dan berdiri di atas keterpurukanku.

Padahal, di saat-saat seperti ini aku berharap banget ada seseorang yang bisa bantu aku keluar dari masalah ini. Selama ini emang banyak banget orang-orang yang peduli sama aku, banyak orang yang sayang dan selalu ngibur aku plus ngasi aku nasehat. Itu semua udah lebih dari cukup. Tapi aku juga butuh jalan keluar dan penyelesaian. Aku pengen banget menyudahi semua ini. Capek begini terus, seakan kesialanku nggak pernah ada habisnya.

Tapi…
Ya, siapa tau aja Tuhan lagi merencanakan sesuatu yang indah di balik semua ini. Aku tau Tuhan itu adil. Kalo sekarang hidupku brekele, mungkin kedepannya aku bisa bahagia. Walaupun pas diramal aku dikatain akan sial seumur hidup, tapi aku tau Tuhan nggak sejahat itu sama aku. Tuhan tau kok aku udah berusaha mengubah nasibku. Tuhan pasti nggak akan ngebiarin aku seperti ini terus kecuali aku berbuat kesalahan lagi. Aku sih nggak mau terlalu yakin dulu ya… Tapi aku akan terus berdoa supaya kesialan-kesialanku semakin menipis dan akhirnya menghilang. Aku pengen banget bisa hidup bahagia bersama orang-orang yang aku sayang.

Category: Broken, Confused, Dear diary, Mad, Sad, Wishes

Add comment 382 words on this post

Aku Berjanji!
March 8, 2010 | 4:24 pm | By Pink

Ibu…
Sulit bagiku untuk membayangkan gimana jadinya hari-hariku tanpa dirimu.
Ibu…
Sulit bagiku untuk menjalani semua ini tanpamu.

Selama ini hanya kau yang mengerti aku. Selama ini hanya kau yang selalu ada di sampingku. Aku terlalu terikat padamu ibu. Aku tak biasa jika menjalani semua ini tanpa dirimu.

Tapi sekarang aku sudah tumbuh dewasa. Aku harus bisa hidup tanpamu karena sebentar lagi aku juga akan menjadi seorang ibu. Kini aku sudah harus memikul tanggung jawab yang sangat berat sebagai orangtua dan sebagai istri. Aku nggak boleh lagi jadi anak yang manja dan selalu tergantung padamu. Aku harus bisa menjadi orang yang bisa menyelesaikan semua masalahku sendiri tanpamu. Aku juga harus bisa melakukan semuanya seorang diri. Aku harus siap menerima kenyataan bahwa setiap pagi nggak akan ada lagi orang yang buatin aku susu dan beliin aku makanan. Aku harus bersedia menerima kenyataan kalo nggak akan ada lagi yang mau nyuciin baju-bajuku dan memberikan aku perhatian saat aku sakit. Aku akan merindukan itu semua. Aku akan sangat rindu sama omelan-omelan dan ocehan-ocehan ibu.

Terus terang, aku pengen banget balik ke masa lalu. Aku pengen kembali ke masa-masa kecilku. Masa-masa di mana aku mendapatkan kasih sayang full dari orangtuaku. Aku kangen masa-masa itu. Tapi aku harus sadar kalo aku ini udah dewasa bahkan udah bisa dikatakan tua karena sebentar lagi aku akan jadi orangtua. Aku nggak boleh cengeng dan nggak boleh manja seperti dulu lagi. Semuanya harus bisa aku lewati karena inilah fase-fase kehidupan yang nggak bisa dilangkar begitu saja. Walau waktunya terlalu cepat, tapi aku tau ini takdir Tuhan dan karma yang harus aku lalui…

Ibu, aku sedih banget… Aku masih pengen tiap malem tidur sama ibu. Aku masih pengen dandan bareng sama ibu. Aku bener-bener nggak nyangka semua ini berlalu begitu cepat. Siapa yang akan ngurusin aku nanti kalo bukan ibu? Apa ada yang mau peduli kalo aku meneteskan air mata? Apa ada yang mau ngasi aku nasehat kalo aku lagi ada masalah? Aku bener-bener nggak siap berpisah dengan ibu. Tapi ini semua harus terjadi.

Ibu… Terimakasih atas kebahagiaan yang selama ini kau berikan untukku. Terimakasih atas segala perjuangan dan pengorbananmu untukku. Terimakasih atas kasih sayang dan perhatian yang selama ini selalu kau berikan padaku setulus hatimu. Dari aku dalam kandungan sampai aku udah mau punya anak sekarang (dan mungkin untuk selamanya) kau selalu setia merawatku tanpa keluh kesah. Walaupun, aku tau ibu sering banget kecewa dan sakit hati karenaku.

Maafkan aku ibu… Karena sampai saat ini aku masih belum bisa buatmu bangga. Aku hanya bikin ibu kecewa dan sedih. Aku sebenernya pengen banget bikin ibu bahagia. Aku berjanji, aku akan ngebales semua pengorbanan dan perjuangan ibu selama ini dengan pengorbanan dan perjuangan juga. Aku akan tunjukkan kalo ibu nggak akan pernah menyesal melahirkan aku. Selama ini aku nggak pernah berbakti kepada ibu, bahkan mungkin aku anak yang durhaka. Tapi semua kejadian ini ngebuat aku sadar kalo surga itu emang bener-bener di telapak kaki ibu. Aku nggak mau lagi ngelawan perintah ibu. Aku nggak mau lagi cuekin apa yang ibu bilang. Sekarang semuanya akan aku lakukan demi ibu. Semua yang ibu minta, akan aku lakukan. Apapun itu, sesulit apapun itu. Walaupun aku harus mengorbankan perasaanku sendiri, tapi demi ibu akan aku lakukan. Karena aku tau, di dunia ini nggak ada yang lebih sayang sama aku selain ibu dan bapak… Nggak ada yang bisa tulus nyayangin aku seperti itu selain mereka.

Ibu… Hatimu terlalu suci. Selalu kau aku sakiti, selalu kau aku buat kecewa, tapi kau tetap ada untukku dan tetap memaafkan aku.

Suatu saat nanti… Jika aku dilahirkan lagi ke dunia ini… Aku berharap diberi kesempatan untuk lahir lewat rahimmu.

Ibu…
Kau adalah orang yang paling tegar yang pernah aku kenal.
Bapak…
Kau adalah orang yang paling sabar yang pernah aku kenal.
Kalian adalah prinsip hidupku. Menjadi orang yang tegar dan sabar, itu adalah semua yang aku pelajari di kehidupan ini. Aku yakin, jika aku bisa menjadi orang yang tegar dan sabar, semuanya akan berada di kakiku (ngikutin kata-kata wi de).

Aku nggak akan pernah bisa melupakan semua jasa-jasa orangtuaku. Aku berjanji, aku akan bikin mereka bangga sama setiap hal yang aku kerjakan. Aku berjanji, ini terakhir kalinya aku bikin mereka kecewa. Dan aku juga berjanji, suatu saat nanti aku akan pergi, lalu pulang membawa kebahagiaan untuk kedua orangtuaku. Aku berjanji, mereka nggak akan menyesal pernah melahirkan dan merawatku.

Semuanya akan kulakukan demi kebahagiaan orangtuaku…
Apapun yang terjadi nanti, kalianlah yang paling utama… Dan juga anakku.

Category: Family, Sad, Wishes

Add comment 721 words on this post

Page 1 of 1812345678910...Last »


Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Posts by Month

Posts by Category

Blablabla