Posts filed under 'Religious'

40 hari pertapaan
March 8, 2010 | 3:48 pm | By Pink

MIMPI SIALAN!!
Kenapa sih tadi malem aku harus mimpi jelek kayak gitu? Mimpi yang bener-bener menjijikan dan nggak pernah aku harapkan! Padahal udah bagus kemaren aku tenang-tenang nggak mikirin hal-hal ’sialan’ itu lagi. Tapi terpaksa hari ini harus keinget lagi gara-gara mimpi kemaren.

Dan waktupun semakin mendesak. Aku makin kalut, makin bingung, makin stress, makin nggak siap dan yang paling parah adalah makin PENGEN KABUR!!

Aku tau aku harus menahan diri demi semuanya terutama demi orangtuaku. Tapi demi Tuhan, aku tiba-tiba ngerasa sangat tidak siap menjalani hari ‘itu’.

Ya Tuhan… Gimanapun juga aku harus bisa menghadapi semua ini. Susah banget rasanya. Dan aku masih berada di antara pilihan ‘bertahan atau pergi’. Ibuku bilang aku harus lebih mengikuti kata hatiku daripada pikiran karena kata hati cenderung baik, sedangkan pikiran cenderung negatif. Pikiran setiap detik bisa berubah, sedangkan kata hati nggak akan pernah berubah. Duh, gimana aku bisa ngikutin kata hati, wong aku tu nggak tau beda kata hati sama pikiran. Susah banget ngebedainnya.

Hmmm… Kok serba susah gini ya? Untuk bisa berubah jadi orang baik emang susah banget. Coba deh kalo berbuat jahat, nggak ada susahnya! Untuk bisa jadi orang baik tu banyak banget rintangan dan ujian yang harus dilewatin. Kalo itu nggak bisa aku lewatin, aku nggak akan bisa jadi orang baik dan akan terus seperti ini. Orang yang punya pikiran waras, sesulit apapun itu pasti akan berusaha untuk jadi baik. Tapi kebanyakan orang milih jalan yang salah yah… Itu karena jalan yang salah itu lebih gampang dicapai daripada jalan yang bener.

Duh, sepertinya makin hari aku jadi makin sok tau. Tapi inilah pengalamanku. Semua kejadian yang aku alami, semua penderitaan yang aku alami ngajarin aku semua ini dan menjadi guru yang paling berharga buat aku.

Center Meditasi Angka

BTW, sekarang selama 40 hari aku harus tiap hari dateng ke Center meditasi di Padang Galak untuk berdoa dan… ehmm… ‘bertapa’. Hehe… Bukan bertapa yang kayak arjuna itu sih… Maksudku ya, selama 40 hari aku harus menjalani pertapaan untuk pergi ke Center hanya untuk meditasi dan berdoa RUTIN TIAP HARI!! Di sana aku ngerasa betah dan tenang banget… Tumben aku ngerasa kayak gini di tepat seperti itu. Biasanya kalo aku diajak ke tempat-tempat seperti itu, aku tu paling banyak banget keluhannya. Ngantuk kek, capek kek, etc. Tapi kalo di tempat ini enggak. Aku malah kecanduan untuk dateng ke sana setiap hari. Abisanya… Gimana ya? Suasananya tu nenangnin banget… Walaupun tempatnya agak kumuh, tapi auranya itu lho… Beda banget sama tempat-tempat lain. Yang bikin aku males adalah udah hamil gini harus bolak-balik naik motor dari Ubud ke Padang Galak. Kan lumayan jauh tuh? Jadi kendalanya saat ini cuma di perjalanan aja. Ngebosenin abis!

Aku juga berpikir… Apa setelah hari H aku masih bisa tiap hari pergi ke Center ya?? Masalahnya aku harus rutin 40 hari berdoa dan meditasi ke sana, sedangkan ‘dia’ anti banget sama yang begituan. Dia mikir kalo meditasi itu sesuatu yang berhubungan dengan ilmu-ilmu nggak jelas. Padahal, bukankah meditasi itu salah satu cara mendekatkan diri kepada Tuhan? Hhhh… Aneh banget!

So… Haruskah backstreet?? Inilah tantangan!! Aku nggak tau apa 40 hari itu akan berjalan mulus tanpa bolong. Aku sih ngarep banget ya semuanya berjalan mulus. Aku cuma pengen cari ketenangan dan aku pengen ngasi yang terbaik buat babyku.

Category: Angry, Broken, Confused, Dear diary, Mad, Random, Religious, Sad, Wishes

Add comment 530 words on this post

Berbicara Pada Tuhan
March 5, 2010 | 11:41 pm | By Pink

Tuhan… Sekali lagi aku bertanya. Kenapa semuanya jadi seperti ini? Kenapa Kau berikan cobaan yang begitu berat untukku? Kenapa semua kebahagiaanku malah berubah jadi penderitaan?

Dulu Kau berikan dia padaku. Kau datangkan dia padaku tanpa kuminta. Kau buat aku jatuh cinta padanya. Kau buat aku menggantungkan harapanku ke dia. Tapi sekarang kenapa Kau ambil dia dariku? Kenapa Kau jauhkan dia dariku? Kenapa Kau ubah hatinya???

Ya Tuhan… Kalo emang dia bukan jodohku, kenapa Kau harus mempertemukan aku dengan dia?
Yah… Aku tau, ini mungkin emang takdirku. Mungkin aku punya karma yang sangat buruk sehingga aku harus menerima semua ini. Tapi jujur, ini terlalu berat untukku. Tuhan kan tau sendiri kalo aku ini cuma seorang manusia, bukan Dewa yang bisa kuat menghadapi segalanya. Aku lemah dan aku bisa menangis di saat aku tersakiti.

Tuhan…
Kalo dia emang bukan tercipta untukku, tolong biarkan aku melupakannya. Tolong berikan aku jalan untuk bisa memusnahkan segala kenanganku tentang dia. Berikan aku kesempatan untuk bisa terus membencinya sehingga aku nggak akan pernah lagi jatuh cinta padanya.
Tapi kalo emang dia jodohku, tolong kembalikan dia seperti dulu, Ya Tuhan… Tolong buat dia sadar kalo selama ini dia udah menyakiti hatiku. Aku rindu… Rindu sama dia yang dulu. Seharusnya aku bisa menerima sisi buruknya, tapi ini udah yang terburuk dan aku masih tetep bertahan. Aku cuma capek begini terus. Aku bukan boneka yang bisa terus-terusan dipermainkan tanpa perasaan. Aku punya hati… Punya perasaan. Sama seperti dia. Tapi kenapa dia nggak mau mengerti?? Kenapa dia hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa mau tau gimana perasaan dan keadaanku?

Tuhan…
Kau pasti hafal doa-doa yang selalu aku panjatkan kepadaMu.
Kali ini akan kuulangi lagi untuk meyakinkanMu kalo aku bener-bener serius dengan doaku.

Jika dia adalah jodohku…
Semoga dia bisa menjadi suami yang baik, bijaksana, dewasa, bertanggung jawab, pengertian, perhatian dan yang terpenting adalah setia padaku dan bisa menghormati orangtuaku.
Hanya itu Tuhan…

Aku udah lupa berapa kali aku udah ngucapin doa itu ke Tuhan. Tapi aku yakin Tuhan pasti masih inget, kalo doa itu adalah doa yang paling sering aku panjatkan. Aku pengeeen banget bisa jadi istri yang baik dan setia pada suami. Tapi aku nggak bisa kalo semua yang kulakukan ternyata hanya bertepuk sebelah tangan. Aku juga manusia, punya hati yang butuh kasih sayang dan perhatian. Apalagi di saat-saat seperti ini. Aku butuh banget sosok seorang suami yang baik dan penuh kasih sayang. Semua itu udah cukup untukku. Tapi sayang banget ya… Mungkin Tuhan lagi pelit sama aku. Bukannya aku nyalahin Tuhan sih, aku tau mungkin ini karma. Tapi aku berharap banget Tuhan mau bermurah hati sama aku. Tapi kalo nggak, tolong kasi aku kesempatan untuk bisa merasakan kebahagiaan yang lain.

Category: Broken, Confused, Love, Religious, Sad, Wishes

Add comment 428 words on this post

Keterikatan
January 14, 2010 | 11:17 am | By Pink

Kenapa aku begitu terikat dengannya?
Kenapa aku sedikitpun nggak bisa lepas darinya? Aku sudah sangat berusaha, aku berusaha mengendalikan diri dan pikiranku agar tidak tertaut dan tidak bergantung pada sesuatu (or seseorang). Menurut Bhagavad Gita yang saat ini sedang aku pelajari, keterikatan merupakan sifat material yang harus ditinggalkan agar kita bisa mencapai pembebasan (moksa). Di sana juga dijelaskan agar sebaiknya kita lebih sibuk untuk mengabdikan diri kepada Tuhan daripada menyibukkan diri untuk memenuhi keinginan indria-indria kita yang bersifat duniawi.

Tapi…
Sungguh, aku ini cuma manusia biasa yang baru belajar untuk bisa hidup lebih baik dengan berdasarkan Ketuhanan. Aku masih dalam tahap mencoba untuk hidup sesuai dengan aturan kitab suci dan Ketuhanan. Aku masih belum bisa sesempurna itu, seperti yang dikatakan dalam Bhagavad Gita. Keinginanku akan sesuatu masih sangat sulit kubendung. Kalaupun aku bisa mengekang keinginan itu, aku selalu memikirkannya. Sulit… Sangat sulit sekali melakukannya.

Apalagi ini keterikatan yang bercampur dengan masalah perasaan. Perasaan cinta, perasaan rindu, perasaan ingin bersamanya, perasaan ingin membuatnya selalu bahagia, perasaan ingin selalu bisa memenuhi permintaanya. Pada dasarnya aku orangnya ga tegaan, makanya aku jadi susah banget untuk menolak suatu permintaan atau suatu perasaan yang datang dari orang yang aku sayang. Walaupun kadang aku merasa benci. Tapi perasaan itu pada awalnya adalah rasa sayang.

Mungkin aku harus lebih berusaha lagi mendekatkan diri kepada Tuhan dan lebih berusaha untuk mengendalikan diri, mengendalikan keinginan dan menghilangkan keterikatanku dengan hal-hal yang bersifat material, sedikit demi sedikit…

Doakan aku yah…

Category: Confused, Dear diary, Love, Religious, Sad

2 comments 237 words on this post

Doaku
January 14, 2010 | 10:54 am | By Pink

Tuhan…
Terimakasih atas segala karuniaMu hingga sampai saat ini aku masih bisa tersenyum dalam penderitaan.
Terimakasih atas keagunganMu hingga Kau mengirimkan malaikat kecil dalam hidupku yang akan menemaniku menjalani lika-liku kehidupan yang fana ini.

Aku nggak tau harus dengan cara bagaimana lagi membalas semua karuniaMu. Terlalu banyak yang aku terima dariMu, bahkan dengan tidak sadar aku menyia-nyiakannya. Aku hanya manusia biasa yang kotor dan penuh dengan dosa. Tapi hanya kepadaMu aku berdoa, hanya kepadaMu aku meminta. Karena Kaulah yang patut dipuja, ya Tuhan…

Hidup ini penuh dengan kesengsaraan. Hidup ini bagaikan neraka duniawi yang membuatku mulai sadar kalau aku hidup di dunia ini karena aku penuh dengan dosa yang harus aku perbaiki.

Berikan jalanMu ya Tuhan…
Agar aku bisa kembali kepadaMu. Tunjukkan kemurahan hatiMu agar aku tidak hidup dalam kecemasan dan kegundahan.

Category: Religious, Wishes

Add comment 128 words on this post

The Power Of Bhagavad Gita
January 11, 2010 | 9:18 am | By Pink

Begini ternyata rasanya menjadi orang dewasa. Penuh dengan masalah kehidupan yang pelik dan ruwet. :74: Kadang aku ngerasa seneng, tapi sepertinya aku keseringan merasa sedih deh… :2: Yah… Namanya juga hidup sebagai manusia, hidup di planet ini memang penuh dengan kesengsaraan dan itu sangat nggak bisa dipungkiri lagi. :405:

Terkadang aku ngerasa pengen kembali ke masa-masa kecil. :69: Masa saat aku dimanja sama orangtua, masa di saat aku nggak pernah dirudung masalah. I miss that moment. :77: But… Waktu nggak bisa dihentikan. Tik tok tik tok… :108: Dia terus berputar tanpa toleransi sedikitpun.

Aku butuh teman untuk berbagi. Tapi sampe saat ini aku nggak cukup berani untuk berbagi tentang masalah hidupku dengan orang lain (sekalipun itu ibuku). Jadi, satu-satunya temen yang bisa aku ajak curhat adalah Tuhan. Setiap malem :70: aku selalu curhat blak-blakan tentang keadaanku. Aku ngerasa tenang kalo aku udah cerita sama Tuhan. :21:

Hmm… Saat ini aku lagi butuh cahaya yang bisa menyinariku dalam kegelapan :304: agar aku bisa tetep berjalan melangkahi kehidupan yang fana ini. Begitu sulit dan penuh perjuangan. Aku dituntut untuk selalu tabah, sabar dan tegar dalam melalui semua ini. Tapi jujur aja, aku ini manusia biasa yang pasti akan merasakan sakit saat aku tersakiti. :403:

Dan sampai saat inipun, aku selalu berusaha mencari apa yang namanya kedamaian dan ketenangan (kehidupan seseorang yang penuh dosa emang jauh dari kedamaian). Entah gimana ceritanya, aku ketemu dengan Bhagavad Gita. Sebenernya kitab ini udah ada di rumahku sebelum aku lahir. Ortuku juga udah ngajarin aku tentang pelajaran yang dimuat dalam kitab :10: itu dari aku kecil. Begonya, saat itu aku nggak ‘ngeh’ sama sekali tentang pentingnya Bhagavad Gita dalam kehidupan manusia. Namanya juga anak kecil kan? Jadi belum mikir ke situ pastinya. :203: Tapi sekarang, saat aku terpuruk, saat aku didera masalah, aku baru menyadari bahwa ada satu hal yang bisa membawaku dalam kedamaian dan hal itu ada di depan mataku. Tanpa ada yang nyuruh, aku langsung pelajari Bhagavad Gita sampe aku menemukan apa itu arti hidup, arti diri, dan pengetahuan tentang Yang Maha Kuasa. Biasanya dikasi upahpun :413: aku ogah baca kitab itu. Khikhikhi… Tapi sekarang malah ketagihan. :11:

Paling nggak, aku udah menemukan secercah cahaya dalam kegelapan hidupku. Sekarang, setiap aku ngerasa sedih, terpuruk, (dan segala perasaan yang jelek-jelek) aku langsung lari ke Bhagavad Gita karena di dalamnya aku menemukan kata-kata yang bisa menyejukkan hatiku. :85:

Well, this is the power of Bhagavad Gita. :61: Dan bodohnya, aku baru menyadarinya sekarang. :418:

Now, I have my own Bhagavad Gita on my hand. Dibeliin ibu, ukurannya kecil biar bisa dibaca sambil tidur. :10: FYI, sebelum tidur aku selalu sempetin baca karena aku nggak bisa tidur kalo nggak baca buku. Semoga dengan adanya Bhagavad Gita aku bisa menjadi insan yang lebih baik :48: di mata Tuhan, di mata orangtua, dan di mata semua orang.

BTW, this post is very religious, right?

Category: Broken, Confused, Dear diary, Happy, Pictures, Random, Religious, Sad

Add comment 484 words on this post

Page 1 of 11


Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Posts by Month

Posts by Category

Blablabla