Posts filed under 'Love'
February 19, 2010 |
8:19 am |
By Pink
My baby… Jagoan kecilku. Ibu kangen kamu nak… Ibu pengen cepet-cepet gendong kamu. Ibu pengeeeen banget numpahin semua kasih sayang yang ibu punya ke kamu. Selain temen-temen ibu, kamu adalah hal yang membuat ibu bisa tetep bertahan di saat seperti ini. Inget kamu ngebuat ibu jadi bersemangat dalam menjalani hari-hari yang berat ini.
Rama… Kaulah cahaya hatiku. Dulu ibu punya dua cahaya yang menyinari setiap langkah hidup ibu. Kamu dan ayahmu. Tapi sekarang ibu cuma punya satu, yaitu kamu. Ayahmu sudah pergi meninggalkan kita, cahaya yang paling terang dalam hidup ibu itu sudah lenyap dan memudar. Sekarang tinggal kamu, Rama. Ibu nggak mau cahaya kecil itu ikut memudar, karena ibu yakin seiring berjalannya waktu kau akan menjadi cahaya yang sangat terang bagi ibu dan bagi semua orang. Tanpa kamu, hidup ibu diliputi kegelapan, persis seperti malam yang tak berbintang.
Rama… Kita harus tetap tegar menjalani semua ini. Jangan kau anggap ini nasib burukmu. Jangan kau menganggap dirimu nggak berharga. Nggak, Rama. Kamu sangat berharga buat ibu. Dan ibu akan menunjukkan ke semua orang (terutama ke ayahmu) kalo kamu itu bukan anak sembarangan. Kamu besar di dalam janin dan dilahirkan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan penuh dari ibumu. Kamu yang masih nggak tau apa-apa dan sama sekali nggak berdosa ikut menanggung beban ibumu. Kamu adalah manusia yang sangat kuat, ibu tau itu.
Sekarang biarkan ayamu sibuk dengan dunianya sendiri. Suatu saat nanti, ibu yakin dia akan bertekuk lutut pada ibu dan padamu. Karena gimanapun juga, kamu adalah darah dagingnya. Kita harus berjuang lagi, Rama. Buktikan ke ayahmu kalo ibu nggak cuma bisa bikin masalah. Masih ada yang bisa ibu banggakan dari diri ibu, yaitu memiliki kamu. Suatu saat nanti dia akan tau, dia akan sadar, dia akan merasa bersalah, dan dia akan menyesal karena sudah menelantarkan dua orang yang menyayanginya…
Tuhan…
Berikan kami kekuatan. Ringankan bebanmu, Ya Tuhan. Lindungi kami dari segala kesulitan dan jauhkan kami dari rintangan-rintangan yang menghalangi jalan kami. Tolong sadarkan orang-orang yang nggak berperasaan itu. Hanya Kau yang mampu melakukannya…
Oke, baby. Kita udah berdoa sama Tuhan. Kita nggak usah takut lagi. Kita pasti bisa ngejalanin semuanya dengan tegar karena Tuhan selalu ada di samping kita. Baik-baik kamu di dalam rahim ibu, saat kamu terlahir nanti… semuanya akan berubah.
Category: Baby,
Broken,
Dear diary,
Family,
Love,
Sad,
Wishes
369 words on this post
February 18, 2010 |
9:17 pm |
By Pink
Semua orang berbahagia. Akupun ingin bahagia.
Aku sampe iri banget liat orang-orang bisa sebahagia itu pada saat aku sedang terpuruk. Aku ingin… Aku ingin seperti mereka.
Di saat-saat seperti ini, aku butuh banget yang namanya perhatian dan kasih sayang. Aku haus akan itu semua. Selama aku menjalani kehamilan, aku sama sekali nggak pernah merasakan sentuhan kasih sayang dari seorang suami. Suami yang dulunya sangat ku harapkan dan aku banggakan, kini sibuk dengan kehidupannya sendiri tanpa mau mempedulikan aku. How sad…
Tapi aku bersyukur karena aku masih punya temen-temen yang peduli sama aku. Aku ngerasa nggak kesepian lagi. Selama ini merekalah yang setia mengisi hari-hariku. Mereka yang membuat aku lebih kuat dan tegar. Yah… Walaupun perhatian dan kasih sayang yang diberikan suami dan kasih sayang yang diberikan temen itu berbeda, tapi aku sudah cukup bahagia. Lagian aku harus gimana lagi coba? I’m so broken, but… Aku yakin aku pasti akan bahagia walaupun tanpa dia.
Mungkin di sinilah ketegaran dan kekuatan hatiku diuji oleh Tuhan. Aku iri melihat pasangan suami istri yang bisa sebegitu mesranya di depan mataku. Mereka menjalani hari-harinya bersama, penuh dengan cinta dan tawa canda anak-anak mereka. Sedangkan aku?? Apa??? Cuma sakit hati yang aku rasakan. Sampai-sampai aku iri sama orangtuaku sendiri, yang selama ini fine-fine aja menjalani rumah tangga tanpa terlilit masalah sepertiku.
Huhh…
Udah bagus ya kemaren aku semangat, bikin postingan yang gembira-gembira dan bilang dengan bangga kalo aku masih bisa bahagia dalam keterpurukanku. Tapi sekarang kenapa aku harus seperti ini lagi???
Nggak. Aku nggak boleh begini. I’m a strong girl, I know it. Aku nggak boleh sedih demi anakku. Dia udah nggak pernah merasakan kasih sayang dari ayahnya, berarti dia harus mendapat kasih sayang penuh dari ibunya. Padahal sosok itu sangat aku butuhkan… Tapi apa boleh buat. Aku harus bisa menjalani dan menerima semua ini. Aku dan anakku adalah orang yang kuat. Walaupun aku butuh banget sosok suami untukku dan sosok ayah untuk anakku, tapi aku yakin semuanya akan bisa berjalan lancar walaupun tanpa sosok itu.
Ayo, semangat Pink. Kamu bisa! Kamu nggak boleh terus-terusan begini. Inget, saat ini kamu sedang mengandung. Jangan sia-siakan pemberian Tuhan. Kamu adalah orang yang sangat beruntung karena sudah diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk mengemban tugasnya. Nggak banyak orang yang beruntung kayak kamu. Dan kamu harus yakin, suatu saat nanti anakmulah yang akan memberimu kebahagiaan. Tuhan itu maha adil, kamu pasti bahagia.
Nah… Kan…?
Sekarang aku udah semangat lagi nih… Mengingat Rama lahir 3 bulan lagi, sedihku jadi ilang gitu aja.
Hunting peralatan baby ah… Yuuuk, marrriiiiii….
BTW, selamet buat Kak Rara dan Wi De. Akhirnya yang ditunggu-tunggu dateng juga. Hoho… Berarti baby kita seumuran nih… Cuma beda 4 bulan. Senengnya…
Category: Angry,
Baby,
Broken,
Confused,
Dear diary,
Family,
Friend,
Happy,
Love,
Mad,
Sad
431 words on this post
February 15, 2010 |
11:51 pm |
By Pink
Begini aja aku udah bahagia. Aku ga perlu tau lagi segala hal tentang dia. Aku udah cukup bahagia punya keluarga yang sayang sama aku. Aku bahagia punya temen-temen yang care sama aku. Bahagia sama segala kesederhanaanku. Aku bakal tunjukin ke dia kalo hidupku masih bisa tetap berjalan tanpa dia.
Tentu aja. Emang dia pikir dia itu siapa sih? Seenaknya aja mempermainkan perasaan orang. Dia sama sekali ga mikir konsekuensi dari perbuatannya. Mentang-mentang aku diem, dia kira aku takut dan rela diremehin semaunya. No no. BIG FAT NO!
For god’s sake… Dia bukan siapa-siapa lagi dalam hidupku. Dia hanya masa laluku yang sangat buruk yang ga pantes untuk aku kenang ataupun aku harepin.
Percuma kali ngarepin orang kayak dia bisa berubah jadi baik seketika. Just so you know, aku selama ini terlalu baik ngasi dia sekian kesempatan untuk berubah (yang ternyata sama sekali dianggep ga perlu). Gah! Ingin jadi orang baek itu ternyata harus dibegoin dulu yah? But, it’s ok. No problemo.
Well well…
Terlepas dari si cowok keparat itu, hari ini aku seneng karena temen-temenku pada gantian dateng ke rumah buat ngibur aku. Aku bener-bener merasa lebih berarti walaupun mereka ga 100% bisa bikin hidupku berubah. Setidaknya aku bisa berfikir, do I really need to know about HIM kalo aku udah punya orang-orang yang lebih peduli sama aku? Emangnya aku bakal mati ya tanpa dia? This is a big joke! Aku juga berfikir, orang kayak gitu ga pantes dibaik-baikin terus. Aku harus ngasi pelajaran ke dia. Dulu mungkin aku terlalu polos sama dia sampe-sampe aku rela terus-terusan ngalah, but now I’m a bitch for him. Note that. Jangan salahkan aku jadi kasar gini (since sarcastic is not my personality), tapi mengingat sikapnya yang udah bener-bener keliwat batas aku ngerasa perlu untuk bersikap seperti ini. Itu semua bukan karena aku sok, tapi itu untuk mempertahankan harga diriku. And for me this is very fair. Siapapun yang ada di posisiku, sepolos dan sesabar apapun dia, pasti bisa berubah jadi orang yang pendendam.
Yang penting, semua masalah ini datengnya bukan dari aku. Aku yakin suatu saat nanti dia akan nyesel seumur hidupnya. Perlu digarisbawahi, aku bukan satu-satunya orang yang getol nyumpah-nyumpahin dia. Di luar sana, selain aku banyak orang yang ikut-ikutan nyumpah karena ngeliat kelakuannya yang ga layak dikatakan manusia berhati. God, please forgive me udah ngatain dia ga layak disebut manusia. But, ini kenyataan. Kesalahannya kali ini terlalu besar. Dan kesalahan yang paling fatal adalah…
DIA SALAH MEMILIH MUSUH.
For your information, aku bukan typikal cewek pendendam. Tapi dia sendiri yang udah ngajarin aku untuk dendam sama dia. So… What can I say? Tinggal menunggu waktu.
Bukan… Aku ga akan jeblosin dia ke penjara atau diem-diem akan ngeracunin dia. Aku percaya sama Tuhan. Aku ga mau ngotorin tanganku hanya untuk ngurusin orang kayak dia, walau terkadang aku ngerasa kalo aku HARUS ngasi dia pelajaran. Tapi aku yakin, pelajaran dan hukuman dari Tuhan akan lebih hebat dari hukuman yang aku kasi ke dia. So, biar Tuhan yang nyelesaiin semuanya termasuk dalam urusan hukum menghukum.
Oke, aku emang terlalu polos, terlalu lugu, remeh, dll. Tapi aku ga bodoh seperti yang dia kira. Sejak pertama pikiranku selalu 10x lipat lebih maju dari dia. So, sepertinya dia perlu mikir 1000x lagi untuk ngebegoin aku.
Posted via my fuckin broken mobile phone.
Category: Angry,
Bored,
Broken,
Dear diary,
Family,
Friend,
Love,
Mad,
Sad
534 words on this post
February 15, 2010 |
9:57 am |
By Pink
Tuhan…
Aku kecewa banget. Ini adalah kekecewaan terbesar yang pernah aku rasakan di dalam hidupku. Sebelumnya aku emang sering banget kecewa, tapi nggak separah ini.
Aku marah, benci, sedih, dendam. Ingin rasanya agar waktu cepat berputar karena aku yakin waktulah yang akan membalaskan semua dendamku. Tapi ini terlalu lama. Lama banget malah…
Aku hanya ingin dia merasakan sakit hati yang ku rasakan. Aku ingin dia menyesal seumur hidupnya karena sudah menyakitiku dan keluargaku. Dan aku yakin, sakit hati ini pasti akan terbalas. Dia akan mendapatkam hukuman yang sangat berat dari Tuhan. Dan saat itulah dia akan sadar dan merasakan penyesalan dan rasa bersalah yang mendalam. Aku yakin Tuhan itu adil.
Aku bukanlah seorang yang pendendam. Tapi dia yang ngajarin aku buat dendam sama dia, dan aku rasa ini wajar mengingat perlakuannya padaku. Aku type orang yang gampang memberi maaf. Tapi karena sampe saat ini dia ga ada niat untuk minta maaf, buat apa lagi aku harus terus-terusan baik sama dia?
Hhh… Susah jadi orang baik. Pengen baik tapi malah diperalat. Orang-orang juga bilang aku terlalu polos, kurang tegas dan ga tegaan. Hmmh… Jadi manusia itu emang serba salah.
Posted via mobile… =)
Category: Angry,
Bored,
Broken,
Confused,
Dear diary,
Family,
Love,
Mad,
Sad,
Wishes
186 words on this post
February 14, 2010 |
11:10 pm |
By Pink
Aku udah capek begini. Aku udah bosen banget. Setiap orang punya batas kesabaran. Dan kali ini mungkin bukan cuma karena itu. Masalahnya adalah… Aku mulai merasa ilfil.
Keadaan ini ngebuat aku bisa cuek sama hal-hal yang selama ini ngebuat aku terpuruk. Aku merasa percuma mikirin hal-hal yang ga jelas, yang selama ini menyiksaku. Ini sebetulnya merupakan suatu keuntungan karena dengan begini aku bisa merasa tenang. Bebanku menjadi sedikit lebih ringan. Walaupun, yah… Ga selamanya aku bisa lupaen masalahku. Mungkin juga cuma sekarang aja aku bisa kayak gini. Ada saat-saat aku merasa sangat down dan kembali terpuruk. Tapi seharusnya aku sadar, aku ga boleh terus-terusan kayak gini. Aku bener-bener lelah sama semua ini. Aku ga peduli lagi sama apa yang akan terjadi. Aku ga mau terus-terusan hidup seperti ini.
Berkali-kali aku ngeyakinin hatiku kalo aku harus bangkit. Ternyata itu tuh ga segampang membalikkan telapak tangan. Tapi mau gimana lagi? Mau ga mau aku harus bangkit demi hidupku karena hidupku harus tetap berjalan walaupun tanpa dia.
Nggak akan ada yang mengerti. Tapi aku bersyukur banget karena aku punya banyak orang yang care sama aku. Mereka sibuk ngasi aku semangat. Mereka rela menyisihkan waktunya untuk sekedar memberikan perhatian, kasih sayang dan nasehat buat aku. Jadi sekarang tinggal akunya yang harus berusaha lagi dan lagi. Berusaha untuk bangkit dan merelakan dia, bukan berusaha untuk mempertahankannya lagi.
Ini semua sulit banget dan perlu waktu yang lama. Walaupun harus seperti ini, tapi pastinya semua ini hanya bersifat sementara. Aku tau suatu saat nanti hidupku akan kembali normal seperti dulu.
Entah kapan saatnya… Lagi-lagi aku harus menunggu. Hal yang paling aku benci dalam hidupku.
Posted from my mobile phone, so I can’t use smiley.
Category: Angry,
Bored,
Broken,
Confused,
Dear diary,
Family,
Friend,
Happy,
Jealous,
Love,
Mad,
Sad,
Wishes
271 words on this post
February 13, 2010 |
6:34 pm |
By Pink
Sekarang aku cuma bisa pasrah kepada Tuhan. Apapun yang terjadi mungkin memang harus terjadi. Aku nggak nyalahin siapa-siapa. Aku juga nggak nyalahin Tuhan, karena aku tau ini adalah hukuman yang pantas buat aku. Tapi gimanapun juga bagiku hukuman ini terlalu berat. Udah terlalu lama aku seperti ini. Dan aku kira… semua ini akan segera berakhir. Tapi apa? Semua perjuanganku, kesabaran dan ketegaranku ternyata hingga saat ini belum menghasilkan apa-apa. Mungkin aku terlalu yakin kalo aku akan segera bahagia. Tetep aja semuanya belum berubah.
Jujur aku capek banget. Aku ga mau terus-terusan kayak gini. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Aku bener-bener udah kehabisan akal. Aku bosen begini terus. Ngeliat orang-orang bisa bahagia-bahagia aku jadi tambah terpuruk. Apalagi besok valentine. Hari yang penuh kasih sayang. Ya, hari yang penuh kasih sayang buat mereka tapi hari yang penuh airmata buat aku. Walaupun aku berharap banget valentine besok bisa seperti valentine taon lalu, tapi itu seperti ngarepin sebuah keajaiban yang ga mungkin terjadi.
Manusia emang cuma bisa berencana. Tapi yang ngatur semuanya tetep Tuhan. Makanya sekarang aku cuma bisa pasrah. Apapun yang terjadi nanti mungkin memang itu yang terbaik untukku. Walau lama ku harus menunggu, tapi aku akan terus bertahan sampe semuanya bener-bener mentok. Yang penting aku udah berusaha, berjuang, berdoa dan slalu berjalan di jalan yang bener. Aku yakin Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang indah untukku di balik semua penderitaan ini.
Bener-bener aku ga pengen gini terus. Aku harus bangkit, sesulit apapun itu. Karena aku harus meneruskan perjalanan hidupku untuk seorang malaikat kecil yang akan datang ke dunia tiga bulan lagi. Aku harus tetep berjuang paling nggak untuk dia. Langkahku ga boleh terhenti sampai di sini, hanya karena orang yang nggak punya hati. Aku harus bertahan.
Dan aku nggak boleh menyalahkan waktu yang terlalu lama membuatku menunggu hingga terjadi hal-hal yang nggak diinginkan. Ini sudah takdirku, dan ini adalah hukuman untukku dari Tuhan. Aku harus menerimanya. Lagian, apalagi yang bisa aku lakukan selain pasrah?
Category: Angry,
Bored,
Broken,
Confused,
Dear diary,
Family,
Jealous,
Love,
Mad,
Sad,
Wishes
318 words on this post
February 12, 2010 |
6:02 pm |
By Pink
Sumpah, aku terharu banget. Awalnya aku kira aku nanggung masalah ini sendiri. Berat banget rasanya. Tapi sekarang aku sadar, ternyata aku punya banyak pendukung yang tulus ngasi aku semangat. Mereka yang selama ini ngebuat aku masih bisa tetap tersenyum dalam keterpurukanku. Mereka yang selama ini ngebuat aku ngerasa kalo aku itu masih berarti. Aku akan terus menunggu sampai saat itu tiba. Aku akan tetap sabar, tegar dan terus berjuang. Karena… Aku yakin Tuhan ga akan terus ngebiarin aku seperti ini. Aku percaya, sesuatu yang diawali dengan airmata dan perjuangan pasti akan berakhir bahagia. Yang penting aku selalu berjalan di garis Tuhan dan mau menerima semuanya dengan lapang dada. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Kalo ga sekarang, mungkin nanti.
Yang pasti…
Aku ga akan ngelupaen kebaikan mereka. Orang-orang yang peduli dan sayang sama aku.
Terimakasih Tuhan.
Category: Angry,
Bored,
Broken,
Confused,
Dear diary,
Family,
Friend,
Happy,
Love,
Mad,
Random,
Sad,
Wishes
133 words on this post