Posts filed under 'Confused'
February 15, 2010 |
9:57 am |
By Pink
Tuhan…
Aku kecewa banget. Ini adalah kekecewaan terbesar yang pernah aku rasakan di dalam hidupku. Sebelumnya aku emang sering banget kecewa, tapi nggak separah ini.
Aku marah, benci, sedih, dendam. Ingin rasanya agar waktu cepat berputar karena aku yakin waktulah yang akan membalaskan semua dendamku. Tapi ini terlalu lama. Lama banget malah…
Aku hanya ingin dia merasakan sakit hati yang ku rasakan. Aku ingin dia menyesal seumur hidupnya karena sudah menyakitiku dan keluargaku. Dan aku yakin, sakit hati ini pasti akan terbalas. Dia akan mendapatkam hukuman yang sangat berat dari Tuhan. Dan saat itulah dia akan sadar dan merasakan penyesalan dan rasa bersalah yang mendalam. Aku yakin Tuhan itu adil.
Aku bukanlah seorang yang pendendam. Tapi dia yang ngajarin aku buat dendam sama dia, dan aku rasa ini wajar mengingat perlakuannya padaku. Aku type orang yang gampang memberi maaf. Tapi karena sampe saat ini dia ga ada niat untuk minta maaf, buat apa lagi aku harus terus-terusan baik sama dia?
Hhh… Susah jadi orang baik. Pengen baik tapi malah diperalat. Orang-orang juga bilang aku terlalu polos, kurang tegas dan ga tegaan. Hmmh… Jadi manusia itu emang serba salah.
Posted via mobile… =)
Category: Angry,
Bored,
Broken,
Confused,
Dear diary,
Family,
Love,
Mad,
Sad,
Wishes
186 words on this post
February 14, 2010 |
11:10 pm |
By Pink
Aku udah capek begini. Aku udah bosen banget. Setiap orang punya batas kesabaran. Dan kali ini mungkin bukan cuma karena itu. Masalahnya adalah… Aku mulai merasa ilfil.
Keadaan ini ngebuat aku bisa cuek sama hal-hal yang selama ini ngebuat aku terpuruk. Aku merasa percuma mikirin hal-hal yang ga jelas, yang selama ini menyiksaku. Ini sebetulnya merupakan suatu keuntungan karena dengan begini aku bisa merasa tenang. Bebanku menjadi sedikit lebih ringan. Walaupun, yah… Ga selamanya aku bisa lupaen masalahku. Mungkin juga cuma sekarang aja aku bisa kayak gini. Ada saat-saat aku merasa sangat down dan kembali terpuruk. Tapi seharusnya aku sadar, aku ga boleh terus-terusan kayak gini. Aku bener-bener lelah sama semua ini. Aku ga peduli lagi sama apa yang akan terjadi. Aku ga mau terus-terusan hidup seperti ini.
Berkali-kali aku ngeyakinin hatiku kalo aku harus bangkit. Ternyata itu tuh ga segampang membalikkan telapak tangan. Tapi mau gimana lagi? Mau ga mau aku harus bangkit demi hidupku karena hidupku harus tetap berjalan walaupun tanpa dia.
Nggak akan ada yang mengerti. Tapi aku bersyukur banget karena aku punya banyak orang yang care sama aku. Mereka sibuk ngasi aku semangat. Mereka rela menyisihkan waktunya untuk sekedar memberikan perhatian, kasih sayang dan nasehat buat aku. Jadi sekarang tinggal akunya yang harus berusaha lagi dan lagi. Berusaha untuk bangkit dan merelakan dia, bukan berusaha untuk mempertahankannya lagi.
Ini semua sulit banget dan perlu waktu yang lama. Walaupun harus seperti ini, tapi pastinya semua ini hanya bersifat sementara. Aku tau suatu saat nanti hidupku akan kembali normal seperti dulu.
Entah kapan saatnya… Lagi-lagi aku harus menunggu. Hal yang paling aku benci dalam hidupku.
Posted from my mobile phone, so I can’t use smiley.
Category: Angry,
Bored,
Broken,
Confused,
Dear diary,
Family,
Friend,
Happy,
Jealous,
Love,
Mad,
Sad,
Wishes
271 words on this post
February 13, 2010 |
6:34 pm |
By Pink
Sekarang aku cuma bisa pasrah kepada Tuhan. Apapun yang terjadi mungkin memang harus terjadi. Aku nggak nyalahin siapa-siapa. Aku juga nggak nyalahin Tuhan, karena aku tau ini adalah hukuman yang pantas buat aku. Tapi gimanapun juga bagiku hukuman ini terlalu berat. Udah terlalu lama aku seperti ini. Dan aku kira… semua ini akan segera berakhir. Tapi apa? Semua perjuanganku, kesabaran dan ketegaranku ternyata hingga saat ini belum menghasilkan apa-apa. Mungkin aku terlalu yakin kalo aku akan segera bahagia. Tetep aja semuanya belum berubah.
Jujur aku capek banget. Aku ga mau terus-terusan kayak gini. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Aku bener-bener udah kehabisan akal. Aku bosen begini terus. Ngeliat orang-orang bisa bahagia-bahagia aku jadi tambah terpuruk. Apalagi besok valentine. Hari yang penuh kasih sayang. Ya, hari yang penuh kasih sayang buat mereka tapi hari yang penuh airmata buat aku. Walaupun aku berharap banget valentine besok bisa seperti valentine taon lalu, tapi itu seperti ngarepin sebuah keajaiban yang ga mungkin terjadi.
Manusia emang cuma bisa berencana. Tapi yang ngatur semuanya tetep Tuhan. Makanya sekarang aku cuma bisa pasrah. Apapun yang terjadi nanti mungkin memang itu yang terbaik untukku. Walau lama ku harus menunggu, tapi aku akan terus bertahan sampe semuanya bener-bener mentok. Yang penting aku udah berusaha, berjuang, berdoa dan slalu berjalan di jalan yang bener. Aku yakin Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang indah untukku di balik semua penderitaan ini.
Bener-bener aku ga pengen gini terus. Aku harus bangkit, sesulit apapun itu. Karena aku harus meneruskan perjalanan hidupku untuk seorang malaikat kecil yang akan datang ke dunia tiga bulan lagi. Aku harus tetep berjuang paling nggak untuk dia. Langkahku ga boleh terhenti sampai di sini, hanya karena orang yang nggak punya hati. Aku harus bertahan.
Dan aku nggak boleh menyalahkan waktu yang terlalu lama membuatku menunggu hingga terjadi hal-hal yang nggak diinginkan. Ini sudah takdirku, dan ini adalah hukuman untukku dari Tuhan. Aku harus menerimanya. Lagian, apalagi yang bisa aku lakukan selain pasrah?
Category: Angry,
Bored,
Broken,
Confused,
Dear diary,
Family,
Jealous,
Love,
Mad,
Sad,
Wishes
318 words on this post
February 12, 2010 |
6:02 pm |
By Pink
Sumpah, aku terharu banget. Awalnya aku kira aku nanggung masalah ini sendiri. Berat banget rasanya. Tapi sekarang aku sadar, ternyata aku punya banyak pendukung yang tulus ngasi aku semangat. Mereka yang selama ini ngebuat aku masih bisa tetap tersenyum dalam keterpurukanku. Mereka yang selama ini ngebuat aku ngerasa kalo aku itu masih berarti. Aku akan terus menunggu sampai saat itu tiba. Aku akan tetap sabar, tegar dan terus berjuang. Karena… Aku yakin Tuhan ga akan terus ngebiarin aku seperti ini. Aku percaya, sesuatu yang diawali dengan airmata dan perjuangan pasti akan berakhir bahagia. Yang penting aku selalu berjalan di garis Tuhan dan mau menerima semuanya dengan lapang dada. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Kalo ga sekarang, mungkin nanti.
Yang pasti…
Aku ga akan ngelupaen kebaikan mereka. Orang-orang yang peduli dan sayang sama aku.
Terimakasih Tuhan.
Category: Angry,
Bored,
Broken,
Confused,
Dear diary,
Family,
Friend,
Happy,
Love,
Mad,
Random,
Sad,
Wishes
133 words on this post
February 2, 2010 |
2:40 pm |
By Pink
Mungkin inilah yang namanya cobaan hidup.
Mungkin inilah yang dinamakan hukuman.
Aku jadi semakin yakin sama yang namanya hukum karma. Walau berat, semua itu akan aku lalui dengan penuh perjuangan. Sekarang saatnya aku harus belajar. Belajar menjadi orang yang lebih sabar. Belajar menjadi orang yang lebih dewasa, bijaksana, bertanggung jawab, tegar, setia dan menjalani hidup tanpa keluar jalur Tuhan.
Berat…
Berat banget rasanya. Aku sampe sempet putus asa karenanya. Tapi aku merasa nggak ada gunanya aku terus terpuruk seperti ini. Aku harus bangkit dan kembali berjuang. Walaupun sulit, tapi aku yakin semuanya akan indah pada waktunya. Aku percaya sama ibuku yang mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Walaupun aku nggak 100% yakin, tapi alangkah menyenangkannya kalo percaya kan?
Jadi, inilah saatnya bagiku menuai karma. Masalah ini akan aku jadikan guru bagi hidupku. Aku percaya, Tuhan pasti mendengarkan doa-doaku. Doa yang setiap saat aku ucapkan.
Dan pada akhirnya…
Semua hal yang terjadi ada hikmahnya. Dengan mendapat banyak masalah dan goncangan-goncangan hidup seperti ini, aku jadi lebih dekat pada Tuhan. Dengan ini juga aku bisa menjadi manusia yang lebih tegar dan kuat.
Semoga semuanya berjalan lancar…
Category: Angry,
Broken,
Confused,
Dear diary,
Family,
Friend,
Love,
Mad,
Random,
Sad,
Wishes
177 words on this post
January 19, 2010 |
12:58 pm |
By Pink
Private - this is contain a private content, please contact pink to view.
Sorry, hidden post.
ua
Category: Angry,
Baby,
Broken,
Confused,
Dear diary,
Family,
Love,
Mad,
Private,
Sad
292 words on this post
January 14, 2010 |
11:17 am |
By Pink
Kenapa aku begitu terikat dengannya?
Kenapa aku sedikitpun nggak bisa lepas darinya? Aku sudah sangat berusaha, aku berusaha mengendalikan diri dan pikiranku agar tidak tertaut dan tidak bergantung pada sesuatu (or seseorang). Menurut Bhagavad Gita yang saat ini sedang aku pelajari, keterikatan merupakan sifat material yang harus ditinggalkan agar kita bisa mencapai pembebasan (moksa). Di sana juga dijelaskan agar sebaiknya kita lebih sibuk untuk mengabdikan diri kepada Tuhan daripada menyibukkan diri untuk memenuhi keinginan indria-indria kita yang bersifat duniawi.
Tapi…
Sungguh, aku ini cuma manusia biasa yang baru belajar untuk bisa hidup lebih baik dengan berdasarkan Ketuhanan. Aku masih dalam tahap mencoba untuk hidup sesuai dengan aturan kitab suci dan Ketuhanan. Aku masih belum bisa sesempurna itu, seperti yang dikatakan dalam Bhagavad Gita. Keinginanku akan sesuatu masih sangat sulit kubendung. Kalaupun aku bisa mengekang keinginan itu, aku selalu memikirkannya. Sulit… Sangat sulit sekali melakukannya.
Apalagi ini keterikatan yang bercampur dengan masalah perasaan. Perasaan cinta, perasaan rindu, perasaan ingin bersamanya, perasaan ingin membuatnya selalu bahagia, perasaan ingin selalu bisa memenuhi permintaanya. Pada dasarnya aku orangnya ga tegaan, makanya aku jadi susah banget untuk menolak suatu permintaan atau suatu perasaan yang datang dari orang yang aku sayang. Walaupun kadang aku merasa benci. Tapi perasaan itu pada awalnya adalah rasa sayang.
Mungkin aku harus lebih berusaha lagi mendekatkan diri kepada Tuhan dan lebih berusaha untuk mengendalikan diri, mengendalikan keinginan dan menghilangkan keterikatanku dengan hal-hal yang bersifat material, sedikit demi sedikit…
Doakan aku yah…
Category: Confused,
Dear diary,
Love,
Religious,
Sad
237 words on this post