Posts filed under 'Angry'

…
March 10, 2010 | 12:15 am | By Pink

Di saat-saat seperti ini, aku merasa semuanya nggak ada yang bisa bikin aku tersenyum. Aku bener-bener kalut. Sekarang aku tinggal menunggu detik-detik terakhir. Tapi aku udah bikin keputusan dan aku harus bisa menjalani keputusan ini. Emang berat banget rasanya, tapi aku nggak pengen terus-terusan menderita. Aku harus bisa menentukan jalan hidupku, dan aku nggak boleh bergantung pada orang lain (walaupun sebenernya aku masih sangat membutuhkan peran ’seseorang’ dalam hidupku).

Tuhan…
Segalanya sudah aku lakukan. Aku sudah sangat berusaha dan aku juga sudah mencoba untuk terus bersabar dan tetap tegar menghadapi semua ini. Tapi kehilangan atau meninggalkan orang yang sangat aku sayangi itu sangat sulit sekali. Aku tau aku ini mungkin nggak ada apa-apanya, tapi aku juga punya hati dan perasaan. Aku pengen merasakan kasih sayang dari orang yang aku sayangi. Tapi kenapa semuanya harus seperti ini? Yang aku dapat malah kebalikannya.

Tuhan kan tau harapan terbesarku. Tapi kalo semuanya jadi seperti ini, aku nggak mungkin lagi bisa mempertahankannya. Buat apa mempertahankan penderitaan kalo di depan sana masih ada kebahagiaan menunggu? Sekaranglah saatnya aku harus mikirin kebahagiaanku sendiri. Selama ini aku sama sekali nggak pernah mikirin kebahagiaanku, aku cuma mikirin gimana caranya biar dia bisa bahagia walaupun aku harus sakit hati. Tapi sekarang itu nggak akan berlaku lagi. Bukannya aku nggak tulus, tapi aku ngerasa itu semua nggak ada gunanya, toh juga dia nggak pernah mandang sisi baikku. Dia selalu memandang sisi burukku dan selalu menganggap aku salah. Dia menutup matanya untuk segala kebaikan yang aku lakukan demi dia.
Jadi, walaupun sulit, aku harus rela melepaskan dia untuk kebahagiaanku. Aku tau bersamanya saja sudah membuat aku bahagia, tapi kalo kebersamaan itu isinya cuma siksaan dan sakit hati, sama aja menderita namanya.

Aku harus bisa bangkit dari keterpurukanku. Aku nggak mau begini terus. Rasa sayangku ke dia harus aku lupakan, demi masa depanku dan anakku. Inilah saat-saat tersulit dalam hidupku. Saat di mana aku harus memilih antara bertahan atau pergi. Saat di mana cinta harus aku korbankan demi tetap berjalannya hidupku. Dunia ini sebenernya indah banget, cuman saat ini mata dan hatiku masih ditutupi oleh kegelapan sehingga aku nggak bisa melihat dan merasakan keindahan itu. Aku harus menyingkirkan kegelapan itu agar aku bisa lagi merasakan yang namanya indahnya dunia, bisa lagi melihat warna-warni dunia. Perlu waktu untuk mengembalikan semuanya menjadi normal. Tapi aku harus bisa.

Aku tau, Tuhan pasti sayang sama aku. Ini semua terjadi karena Tuhan nggak rela aku tinggal bersama keluarga ’seperti itu’. Tuhan nggak pengen aku menderita terus, makanya semua ini terjadi. Memang berat pada awalnya, tapi aku yakin semuanya akan berakhir bahagia. Lagian apa lagi yang aku harapkan dari dia, dari keluarga yang sama sekali nggak punya perasaan? Kebahagiaan? Mana mungkin aku bisa dapetin kebahagiaan kalo ternyata setiap saat aku harus terus disakitin?

Aku bukanlah orang yang pendendam. Aku selalu mengalah walaupun diperlakukan seperti ini. Aku sama sekali nggak pernah ngelawan walaupun sebenernya aku merasa nggak pernah mendapat keadilan. Aku juga nggak pernah berniat ngejelek-jelekin dia atau keluarganya ke publik. Tapi cukup sampe di sini aja aku jadi orang yang terlalu baik dan polos. Toh juga mereka nggak peduli sama apa yang udah aku lakukan, dan mereka tetep nganggap aku salah dan buruk walaupun aku udah berusaha menutupi siapa mereka sebenernya. Apakah percuma aku baik? Sebenernya nggak sih… Aku yakin segala kebaikan pasti dibalas dengan kebaikan. Tapi aku ngebaikin orang yang salah. Kali ini aku nggak boleh bego lagi. Aku nggak mau lagi jatuh ke lubang yang sama.

Selamat tinggal kebodohan dan keluguan. Aku akan bertransformasi menjadi seseorang yang nggak akan pernah lagi bisa dipermainkan atau dibodohin sama yang namanya CINTA atau rasa kasihan.Masih banyak yang bisa aku lakukan tanpa dia. Masih banyak yang bisa aku capai demi diriku sendiri dan demi orang-orang yang peduli sama aku, bukan dia. Masih banyak kebahagiaan menunggu di depan sana dan aku akan menyambut kebahagiaan itu tanpa dia. Aku yakin aku pasti bisa!!

Biarkan cinta ini terhapus oleh waktu…
Biarkan semuanya sirna oleh keadaan…
Aku nggak akan berharap cinta itu terbalas karena aku sudah bosan menunggu. Aku sudah jenuh dan lelah sama semua ini. Nggak akan kubiarkan hidupku sia-sia hanya karena orang yang sama sekali nggak pernah mengerti perasaanku dan nggak pernah menghargai perjuanganku. Aku sayang dia, tapi apa yang bisa aku lakukan? Nggak ada, selain melupakan dan pergi jauh mencari kebahagiaan yang lain.
Biarlah dunia menertawakan aku dan menganggap aku pecundang. Tapi aku sama sekali nggak malu, dan aku bahkan merasa lebih baik dikatakan pecundang daripada nggak bisa mepertahankan harga diriku. Semua orang suka uang, dan semua orang butuh cinta. Uang bisa dicari, dan cinta juga bisa datang kapan saja. Tapi harga diri, nggak akan pernah bisa dibayar oleh uang, nggak juga bisa dibayar oleh cinta atau apapun.

Category: Angry, Broken, Confused, Dear diary, Happy, Love, Sad, Wishes

Add comment 766 words on this post

40 hari pertapaan
March 8, 2010 | 3:48 pm | By Pink

MIMPI SIALAN!!
Kenapa sih tadi malem aku harus mimpi jelek kayak gitu? Mimpi yang bener-bener menjijikan dan nggak pernah aku harapkan! Padahal udah bagus kemaren aku tenang-tenang nggak mikirin hal-hal ’sialan’ itu lagi. Tapi terpaksa hari ini harus keinget lagi gara-gara mimpi kemaren.

Dan waktupun semakin mendesak. Aku makin kalut, makin bingung, makin stress, makin nggak siap dan yang paling parah adalah makin PENGEN KABUR!!

Aku tau aku harus menahan diri demi semuanya terutama demi orangtuaku. Tapi demi Tuhan, aku tiba-tiba ngerasa sangat tidak siap menjalani hari ‘itu’.

Ya Tuhan… Gimanapun juga aku harus bisa menghadapi semua ini. Susah banget rasanya. Dan aku masih berada di antara pilihan ‘bertahan atau pergi’. Ibuku bilang aku harus lebih mengikuti kata hatiku daripada pikiran karena kata hati cenderung baik, sedangkan pikiran cenderung negatif. Pikiran setiap detik bisa berubah, sedangkan kata hati nggak akan pernah berubah. Duh, gimana aku bisa ngikutin kata hati, wong aku tu nggak tau beda kata hati sama pikiran. Susah banget ngebedainnya.

Hmmm… Kok serba susah gini ya? Untuk bisa berubah jadi orang baik emang susah banget. Coba deh kalo berbuat jahat, nggak ada susahnya! Untuk bisa jadi orang baik tu banyak banget rintangan dan ujian yang harus dilewatin. Kalo itu nggak bisa aku lewatin, aku nggak akan bisa jadi orang baik dan akan terus seperti ini. Orang yang punya pikiran waras, sesulit apapun itu pasti akan berusaha untuk jadi baik. Tapi kebanyakan orang milih jalan yang salah yah… Itu karena jalan yang salah itu lebih gampang dicapai daripada jalan yang bener.

Duh, sepertinya makin hari aku jadi makin sok tau. Tapi inilah pengalamanku. Semua kejadian yang aku alami, semua penderitaan yang aku alami ngajarin aku semua ini dan menjadi guru yang paling berharga buat aku.

Center Meditasi Angka

BTW, sekarang selama 40 hari aku harus tiap hari dateng ke Center meditasi di Padang Galak untuk berdoa dan… ehmm… ‘bertapa’. Hehe… Bukan bertapa yang kayak arjuna itu sih… Maksudku ya, selama 40 hari aku harus menjalani pertapaan untuk pergi ke Center hanya untuk meditasi dan berdoa RUTIN TIAP HARI!! Di sana aku ngerasa betah dan tenang banget… Tumben aku ngerasa kayak gini di tepat seperti itu. Biasanya kalo aku diajak ke tempat-tempat seperti itu, aku tu paling banyak banget keluhannya. Ngantuk kek, capek kek, etc. Tapi kalo di tempat ini enggak. Aku malah kecanduan untuk dateng ke sana setiap hari. Abisanya… Gimana ya? Suasananya tu nenangnin banget… Walaupun tempatnya agak kumuh, tapi auranya itu lho… Beda banget sama tempat-tempat lain. Yang bikin aku males adalah udah hamil gini harus bolak-balik naik motor dari Ubud ke Padang Galak. Kan lumayan jauh tuh? Jadi kendalanya saat ini cuma di perjalanan aja. Ngebosenin abis!

Aku juga berpikir… Apa setelah hari H aku masih bisa tiap hari pergi ke Center ya?? Masalahnya aku harus rutin 40 hari berdoa dan meditasi ke sana, sedangkan ‘dia’ anti banget sama yang begituan. Dia mikir kalo meditasi itu sesuatu yang berhubungan dengan ilmu-ilmu nggak jelas. Padahal, bukankah meditasi itu salah satu cara mendekatkan diri kepada Tuhan? Hhhh… Aneh banget!

So… Haruskah backstreet?? Inilah tantangan!! Aku nggak tau apa 40 hari itu akan berjalan mulus tanpa bolong. Aku sih ngarep banget ya semuanya berjalan mulus. Aku cuma pengen cari ketenangan dan aku pengen ngasi yang terbaik buat babyku.

Category: Angry, Broken, Confused, Dear diary, Mad, Random, Religious, Sad, Wishes

Add comment 530 words on this post

Nggak akan pernah!
March 5, 2010 | 7:19 pm | By Pink

Dia boleh aja kasar sama aku. Dia juga boleh bentak-bentak aku. Mukul akupun boleh kalo dia mau. Tapi kalo udah sampe dia nyakitin hati orangtuaku, kalo sampe dia menghina orangtuaku, jangan harap aku bisa toleransi lagi ke dia. Selama ini dia udah sangat-sangat nggak menghormati orangtuaku. Apalagi kejadian tadi. Sumpah! Aku bener-bener tersinggung berat. Ini terakhir kalinya dia bisa ngeremehin aku dan orangtuaku karena aku nggak akan pernah ngasi dia kesempatan lagi untuk melakukannya. Semuanya udah cukup sampe di sini. Aku juga udah bikin keputusan, walaupun masih agak ragu tapi keputusan itu harus aku ambil. Ini bukan karena aku lagi emosi atau apa. Aku cuma merasa terlalu banyak mengalah pada orang yang salah. Seharusnya aku bisa mepertahankan dan menuntut hakku. Tapi susah komunikasi sama orang yang ga normal kayak ‘mereka’.

Harapanku sebenernya banyak banget ya… Di postingan sebelumnya juga aku udah nyinggung-nyinggung banyak soal harapanku. Tapi sekarang, tiba-tiba aja aku ngerasa kalo aku harus bisa lupaen semua harapanku. Dalem hatiku sebenernya aku emang pengen banget harapan itu tercapai. Tapi daripada aku sakit terus, mau gimana lagi coba?? Mendingan sudahi semuanya. Bukan berarti aku akan berhenti berjuang. Aku akan terus berjuang kok. Tapi bukan untuk dia atau mereka. Aku akan terus berjuang hanya untuk diriku dan orang-orang yang sayang dan peduli sama aku. Aku akan terus berjuang untuk anakku. Apapun yang terjadi nantinya, biarlah terjadi… Yang penting aku udah berusaha sebisaku.

Aku sebenernya takut kecewa lagi. Tapi semuanya nggak bisa ditebak. Yang terjadi nanti hanya Tuhan yang tau. Aku nggak berhak tau, makanya sekarang aku cuma bisa ngejalaninnya aja dengan pasrah. Apalagi coba yang bisa aku lakukan selain memasrahkan semuanya kepada Tuhan? Berjuang sih berjuang… Tapi ujung-ujungnya kan terserah sama kehendak Tuhan aja. Kalo Tuhan udah berkehendak, apapun akan terjadi. Yang penting aku udah berusaha, Tuhan pasti nggak akan biarin aku terus-terusan begini. Tuhan tau apa yang udah aku lakukan. Tuhan ngeliat gimana selama ini aku berjuang mati-matian demi mempertahankan semuanya. Cepat atau lambat semuanya akan berakhir…

BTW, ternyata postinganku sebelumnya yang nyinggung tentang banyak harapan itu ngilang gitu aja. Ukh!!!

Category: Angry, Bored, Broken, Confused, Dear diary, Family, Mad, Pictures, Sad, Wishes

Add comment 337 words on this post

Istri yang setia
March 4, 2010 | 12:45 am | By Pink

Aku pengen banget jadi istri yang baek, setia sama suami. Aku pengen selalu ada untuk suamiku walau dalam keadaan apapun. Sejahat apapun suamiku, sebejat apapun suamiku, aku pengen selalu setia sama dia. Aku emang tersakiti, aku kecewa sama dia, aku sedih, marah, benci dan sakit hati, tapi aku sadar… Kewajiban istri yang paling utama adalah melayani suaminya dan selalu setia pada suami.

Keadaan inilah yang saat ini ngebuat aku sangat-sangat terpukul. Aku sebenernya bingung harus berbuat apa. Satu sisi, aku pengen jadi istri yang baik. Di sisi lain, aku nggak rela diremehin terus, aku nggak sudi diperlakukan seperti ini karena aku merasa punya hak untuk mendapat perlakuan yang lebih baik dan lebih pantas. Aku bener-bener bingung…

Selama inipun, walau dalam kebencian aku nggak pernah ngebantah ataupun ngelawan dia. Di saat dia kasar sama aku dan menyakiti hatiku, aku hanya mengalah dan diam demi kedamaian. Aku bosen bertengkar terus. Aku bosen ngeladenin siatnya yang tempramental dan mau menang sendiri tanpa mikirin perasaan orang lain. Walaupun sebenernya perlu, tapi aku ngerasa nggak ada gunanya ngelawan dia. Boro-boro dia jadi sadar, ada juga keadaan malah makin menjadi-jadi. Aku udah terlalu sabar ngadepin sifat dan perlakuannya. Aku pengen jadi cewek yang bisa nerima kekurangannya apa adanya. Aku pengen jadi cewek yang bisa mengerti sifat baik maupun sifat buruknya.

Dalam Weda, istri merupakan kekuatan bagi suami. Kalo istri nggak melayani suami dengan baek, maka suami akan hancur-hancuran. Malah ada sebuah cerita tentang seorang istri yang sangat setia pada suami. Padahal suaminya super duper jahat, tapi dia tetep setia melayani suaminya. Karena kesetiaannya, nggak ada yang bisa ngalahin si suami. Semua itu karena kekuatan doa dari sang istri dan baktinya kepada suami. Aku juga pengen tuh seperti cerita itu, tapi apa itu adil namanya??

Jadi… Apa aku harus tetap bertahan, atau pergi?

Tuhan, tolong aku. Apakah aku nggak layak mendapatkan kasih sayang? Apakah aku nggak layak menerima keadilan??

Category: Angry, Broken, Confused, Dear diary, Love, Mad, Sad, Wishes

Add comment 307 words on this post

Ilmu Santet??
March 3, 2010 | 12:29 pm | By Pink

Mungkin aku udah terlalu sabar. Aku selalu ngalah dan memilih diam kalo dia ngomong hal yang menyakiti hatiku. Aku nggak pernah ngelawan kata-katanya, aku selalu menahan diri untuk dia. Pokoknya semuanya udah aku lakuin demi kedamaian dan ketenangan. Tapi kesabaran kan juga ada batasnya.

Seperti kejadian tadi misalnya.
Aku nelp dia baek-baek, berharap dia mau ngajakin aku becanda-becanda, ketawa-ketawa seperti biasanya. Tapi apa? Begitu dia ngangkat telp, dia malah langsung mengatakan hal yang menyakiti hatiku. Moodku langsung jelek seketika. Maunya jadi cewek yang polos, sabar, baek, ceria, biar dia seneng. Tapi malah kebalik jadi jutek dan kebanyakan marah-marahnya. Dan aku rasa ini wajar ya. Setiap orang pasti bakal kayak gini juga kalo diperlakukan seperti itu.

Dan sepertinya dia harus berfikir lagi deh…
For a God’s sake! Dia ngatain aku nyantet dia!!!
Ya Tuhan… Kenapa ya ni cowok bisa berpikiran seperti itu? Padahal dia tau sendiri, dalam kamusku nggak pernah ada istilah santet menyantet. Dan aku ini istrinya!! Bisa-bisanya dia bilang gitu sama istrinya sendiri. Bagiku, nyari pasangan pake ilmu item atau guna-guna tu sangat nggak halal banget. Selaen itu, bagi aku hanya orang-orang yang nggak laku aja yang make guna-guna buat dapetin pasangan. Aku sih nggak apa-apa ya dibilang kayak gitu karena kenyataannya sangat berlainan. Tapi sedikit nggak terima juga sih, karena aku ngerasa sangat diremehin…

Dia juga sepertinya marah banget karena aku sempet nulis kalo aku bakal nundukin dia.
Hhhh… Dia sama istrinya sendiri bilang gitu. Asal dia tau aja, jujur aku emang pengen nundukin dia. Pengen banget malah! Aku pengen nundukin dia bukan biar dia takut atau tergila-gila sama aku. Tapi aku nundukin dia biar dia mau jadi suami yang baik, bijaksana dan setia sama istri. Dan aku nundukin dia bukan dengan guna-guna atau gegemet, tapi dengan kasih sayang dan perhatian. Dia nggak berpikir ya… Apa dia nggak ngeliat gimana aku berusaha ngasi kasih sayangku ke dia selama ini. Dia nggak ngeliat gimana aku masih tetep setia dan perhatian sama dia walau dia udah terus-terusan nyakitin aku.

Aku nggak perlu ilmu santet. Selama ini aku hanya terus berdoa agar dia berubah, bisa jadi suami yang baik dan setia. Aku percaya, kekuatan doa dan karunia Tuhan jauuuuh lebih ampuh daripada ilmu santet.

Dan terus terang…
Aku tersinggung banget. Ini pertama kalinya aku dikataen make ilmu yang begituan dan itu dikatakan oleh suamiku sendiri!! Capek deh…

Category: Angry, Bored, Broken, Dear diary, Love, Mad

Add comment 379 words on this post

Page 1 of 1112345678910...Last »


Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Posts by Month

Posts by Category

Blablabla