The Power Of Bhagavad Gita
January 11, 2010 | 9:18 am | By Pink

Begini ternyata rasanya menjadi orang dewasa. Penuh dengan masalah kehidupan yang pelik dan ruwet. :74: Kadang aku ngerasa seneng, tapi sepertinya aku keseringan merasa sedih deh… :2: Yah… Namanya juga hidup sebagai manusia, hidup di planet ini memang penuh dengan kesengsaraan dan itu sangat nggak bisa dipungkiri lagi. :405:

Terkadang aku ngerasa pengen kembali ke masa-masa kecil. :69: Masa saat aku dimanja sama orangtua, masa di saat aku nggak pernah dirudung masalah. I miss that moment. :77: But… Waktu nggak bisa dihentikan. Tik tok tik tok… :108: Dia terus berputar tanpa toleransi sedikitpun.

Aku butuh teman untuk berbagi. Tapi sampe saat ini aku nggak cukup berani untuk berbagi tentang masalah hidupku dengan orang lain (sekalipun itu ibuku). Jadi, satu-satunya temen yang bisa aku ajak curhat adalah Tuhan. Setiap malem :70: aku selalu curhat blak-blakan tentang keadaanku. Aku ngerasa tenang kalo aku udah cerita sama Tuhan. :21:

Hmm… Saat ini aku lagi butuh cahaya yang bisa menyinariku dalam kegelapan :304: agar aku bisa tetep berjalan melangkahi kehidupan yang fana ini. Begitu sulit dan penuh perjuangan. Aku dituntut untuk selalu tabah, sabar dan tegar dalam melalui semua ini. Tapi jujur aja, aku ini manusia biasa yang pasti akan merasakan sakit saat aku tersakiti. :403:

Dan sampai saat inipun, aku selalu berusaha mencari apa yang namanya kedamaian dan ketenangan (kehidupan seseorang yang penuh dosa emang jauh dari kedamaian). Entah gimana ceritanya, aku ketemu dengan Bhagavad Gita. Sebenernya kitab ini udah ada di rumahku sebelum aku lahir. Ortuku juga udah ngajarin aku tentang pelajaran yang dimuat dalam kitab :10: itu dari aku kecil. Begonya, saat itu aku nggak ‘ngeh’ sama sekali tentang pentingnya Bhagavad Gita dalam kehidupan manusia. Namanya juga anak kecil kan? Jadi belum mikir ke situ pastinya. :203: Tapi sekarang, saat aku terpuruk, saat aku didera masalah, aku baru menyadari bahwa ada satu hal yang bisa membawaku dalam kedamaian dan hal itu ada di depan mataku. Tanpa ada yang nyuruh, aku langsung pelajari Bhagavad Gita sampe aku menemukan apa itu arti hidup, arti diri, dan pengetahuan tentang Yang Maha Kuasa. Biasanya dikasi upahpun :413: aku ogah baca kitab itu. Khikhikhi… Tapi sekarang malah ketagihan. :11:

Paling nggak, aku udah menemukan secercah cahaya dalam kegelapan hidupku. Sekarang, setiap aku ngerasa sedih, terpuruk, (dan segala perasaan yang jelek-jelek) aku langsung lari ke Bhagavad Gita karena di dalamnya aku menemukan kata-kata yang bisa menyejukkan hatiku. :85:

Well, this is the power of Bhagavad Gita. :61: Dan bodohnya, aku baru menyadarinya sekarang. :418:

Now, I have my own Bhagavad Gita on my hand. Dibeliin ibu, ukurannya kecil biar bisa dibaca sambil tidur. :10: FYI, sebelum tidur aku selalu sempetin baca karena aku nggak bisa tidur kalo nggak baca buku. Semoga dengan adanya Bhagavad Gita aku bisa menjadi insan yang lebih baik :48: di mata Tuhan, di mata orangtua, dan di mata semua orang.

BTW, this post is very religious, right?

Category: Broken, Confused, Dear diary, Happy, Pictures, Random, Religious, Sad

484 words on this post

Leave a Comment

Required

Required, hidden

:2: :3: :7: :8: :12: :16: :17: :24: :28: :32: :408: :409: :411: :412: :415: :420: :48: :46: :37: :79: :75: :73: :68: :63: :50: :51: :59: :100: :97: :93: :90: :406: :405: :305: :306: :307: :209: :300: :303: :109: :200: :202: :102: more »

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts